Sebelum tahun 1983, kecerdasan itu diukur dengan satu jenis test yang dinamakan dengan IQ (Intelligent Quetient). Bahkan sampai sekarang Test IQ tersebut masih menjadi rujukan untuk mengetahui kecerdasan seseorang. Angka angka yang difinalisasi test IQ melabelisasi manusia menjadi beberapa jenis. Nilai dibawah 80 sebagian orang menyebutnya O2N. Nilai 80 sampai 90 diistilahkan TULALIT, 90 sampai dengan 120 MABISA. Diatas 120 manusia super turunan dewa. Sedangkan sumber data dari test ini diambil dari nilai responden dalam menjawab soal.

Pada tahun 1983, Tampilah seseorang pemberani yang mengkritiksasi kevalidaan test IQ dalam sebuah forum, Harvard university, beliau menyampaikan bahwa manusia mempunyai beragam kecerdasan atau yang lebih dikenal dengan multiple intelligences. Apa itu? singkatnya begini deh, dari pada baca buku Frame of Mind karya Howard Gardner yang tuebel minta ampiun, dalam bahasa inggris lagi.

Saat ada orang yang mulutnya lebih cepat nyap nyap dari pada mikir, pinginnya nyerocos terus, ngobrol ngalor ngidul, nanya ini nanya itu maka orang tersebut dominan dalam bahasa atau cerdas linguistik. hal ini diakibatkan di bagian otak yang dinamakan broca dan wernicle sudah banyak terkonesi jutaan sel sel syaraf sehingga terjalinlah anyaman (sinaps). Kok bisa? karena sejak dalam kandungan hingga ambrol ke dunia orang ini nih mendapatkan banyak sekali rangsangan yang berkualitas. Saat dalam kandungan, emaknya ngajak ngobrol sambil dielus elus perutnya. Baru juga lahiran dede bayinya sudah diajak diskusi tentang harga BBM yang meroket, baru belajar ngomong sudah diajak debat harga cabe yang enam puluh rebu sekilo. Umur satu tahun sudah diajak musyawarah untuk menghasilkan mufakat. kan bisa dibayangin saat gedenya bagaimana dowernya mulut kalau lagi ngomong,

Beda lagi kalau cerdas gambar (visual). Saat orang ini melihat sebuah objek dia bisa melihat dari berbagai sudut. dari sebelah kiri, dari sebelah kanan, dari sebelah atas, dari bawah, bahkan sampai merempun dia bisa membayangkan tuh benda. sehingga saat dituangkan menjadi karya, hasilnya menjadi luar biasa. Beda sama kita yang sedari dulu diajarin gambar gunung kembar dengan awan diatasnya dan sungai mengalir dibawahnya. Saat mengunjungi tempat yang baru otaknya merespon tiap kelokan, tiap gang, tiap perempatan sehingga saat balik dia bisa melewati jalan yang sama, beda sama kita yang hobinya kesasar dan sedikit sedikit nanya, nanya kok sedikit sedikit. Ada juga yang dominan cerdas logika, musik, interpersonal bahkan sampai anak sering bengong pun dikasih nama cerdas diri.

Setelah tahun 1983, muncul teori kecerdasan yang baru ada disebut dengan Emotional Quetient, kecerdasan mengelola emosi, kemudian ada Spiritual Quetion ya kecerdasan spiritual. Sampai pakai motivasi Indonesia pak Ari Ginanjar terkenal dengan pelatihan ESQ dan mentereng di menara yang ada lafadz Allahnya. Ada orang yang pandai dalam meracik makanan disebut cerdas kuliner. ada yang suka sekali belanja barang sampai menguras tabungan suaminya, cerdas belanja. Harusnya belanja cerdas dengan menggunakan shofee atau buka lapak dengan memanfaatkan bebas ongkir.

Balik lagi ke laptop. kalau begitu saya cerdas apa? anak saya cerdas apa? istri saya cerdas apa? nah ini dia. Hadirin tinggal lihat saja respon dalam kehidupan sehari harinya, bisa terdeteksi dengan mudah karena kecerdasan itu dikendalikan lebih banyak oleh otak bawah sadar manusia. Ingin di teliti oleh ahlinya maka gunakan saja MIR (Multiple Intelligences Research) hasil penelitian pakar pendidikan di Indonesia bpk. Munif Chatib. Selama puluhan tahun beliau mebangun penelitiannya sampai berbuah karya alat research dan divalidasi oleh pihak Dephunkam dan keluarlah nomor registrasinya. Sehingga layak dimanfaatkan oleh khalayak. Ingin lebih tahu jelas klik saja tautannya.

http://bit.ly/mir_profile

MIR itu bukan test ya, tapi penelitian sederhana oleh orang yang sudah dilatih cara menggunakan alatnya dan dianalisa oleh ahlinya sehingga muncul laporan psikologisnya. Cara membaca hasilnya dibantu oleh buku yang beliau tulis dengan judul Semua Anak Bintang. Jadi tidak anak yang bodoh, yang ada kita yang belum tahu ilmunya. yuk ah belajar lagi.

Research ini sangat bermanfaat untuk kita. Bagi orang tua mempunyai petunjuk dalam memberikan stimulus yang berkualitas dalam keseharian di rumah. Bagi guru mampu memilih strategi mengajar yang tepat di kelas sehingga anak menjadi bergairah dalam belajar. rumusnya gaya mengajar anak sama dengan gaya belajar siswa tidak pelajaran yang membosankan, bagi sekolah mampu memetakan pembagian kelas sesuai dengan dominan gaya belajar. Yang biasanya Ahmad, Agus, Aceng selalu dikelas A, sedangkan Zayadi dikelas C. Kasihan Zayadi selalu terakhir saat pembagian sembako. Bahkan dengan research ini untuk kakak kelas 10 yang baru menginjakan di bangku SMA mampu merekomendasikan jurusan IPA atau IPS dan bagi yang mau masuk kuliah mempunyai gambaran yang jelas fakultas yang sesuai dengan bakat dan minatnya. jadi tidak buang buang uang dan buang buang waktu.

Tertarik ini mengetahui kecerdasan orang orang yang kita cintai? ayo dong daftarkan segera di nomor yang tertera di profil MIR. klik saja link nya, jangan nge klik yang ngga ngga!

https://sites.google.com/scho…/andi-budimanjaya-profile/home