SOH – Bukan Sekedar School of Human tetapi juga School of Healing

Share This Post

— SMA SCHOOL OF HUMAN —

Artikel oleh Irsan Qodriansyah Zulfikor, S.Pd.I.

===oOo===

Di tengah hiruk pikuk tuntutan akademis yang sering kali melupakan esensi kemanusiaan, berdirilah sebuah tempat yang berbeda, sebuah mercusuar harapan. Inilah SOH, yang selama ini dikenal sebagai School of Human, namun di balik akronim yang sama, tersimpan makna yang jauh lebih dalam dan menenangkan: School of Healing.

SOH adalah sebuah anomali yang indah, tempat di mana dinding-dinding kelas seolah terbuat dari kehangatan, dan kurikulumnya dirajut dari benang-benang empati. Ia bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga seni untuk menjadi manusia seutuhnya, termasuk merawat luka-luka yang dibawa dari perjalanan sebelumnya.

Kisah Metamorfosis: Dari Keterpurukan Menuju Percaya Diri

Setiap siswa yang melangkah masuk ke gerbang SOH membawa kisah uniknya sendiri—seperti lembaran buku yang menunggu untuk diisi dengan babak baru yang lebih cerah. Ada kisah tentang seorang anak yang di sekolah lamanya sering kali menjadi sasaran perundungan, membuat jiwanya layu, dan suaranya tercekat oleh rasa tidak berharga. Kepercayaan diri, yang seharusnya menjadi hak setiap remaja, merosot tajam, meninggalkan kekosongan yang dingin.

Namun, di SOH, alih-alih menemukan penghakiman, mereka menemukan perapian kehangatan. Di sinilah keajaiban School of Healing bekerja.

Lingkungan yang mendukung ini bertindak sebagai balsem penenang

Setiap sesi belajar, setiap proyek kolaboratif, adalah terapi yang tak terucapkan. Para siswa didorong untuk menemukan dan mengembangkan potensi unik mereka, menjadikan perbedaan bukan sebagai celah untuk membully, melainkan sebagai kekayaan untuk dirayakan. Di bawah langit SOH, benih kepercayaan diri yang pernah layu, kini mulai tumbuh menjulang, kokoh dan indah.

Lebih dari Sekadar Nilai Akademik

Kisah-kisah penyembuhan di SOH tak terhitung jumlahnya. Ada siswa yang berhasil mengobati kecemasan sosialnya, yang menemukan kedamaian setelah bertahun-tahun berjuang dengan tekanan tak realistis, dan yang akhirnya berani memaafkan diri sendiri atas kegagalan masa lalu.

SOH memahami bahwa pikiran yang sehat dan hati yang damai adalah prasyarat mutlak untuk kecerdasan sejati. Mereka menempatkan pembangunan karakter, life skill, dan kecakapan emosional sejajar dengan mata pelajaran lainnya. Sekolah ini mengajarkan:

  1. Penerimaan Diri: Bahwa setiap cacat dan kelebihan adalah bagian dari mahakarya yang bernama “diri”.
  2. Empati Sejati: Mendorong siswa untuk tidak hanya pintar secara kognitif, tetapi juga kaya hati.
  3. Resiliensi: Mengubah tantangan menjadi pelajaran, dan luka menjadi kekuatan pendorong.

SOH adalah bukti nyata bahwa sebuah institusi pendidikan bisa menjadi tempat yang aman, nyaman, dan terobati. Ia memfasilitasi bukan hanya pencarian bakat dan minat (School of Human), tetapi juga pemulihan jiwa (School of Healing), memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya siap menghadapi dunia global, tetapi juga siap menghadapi diri mereka sendiri dengan penuh cinta dan keyakinan.

Di SOH, setiap siswa adalah sebuah puisi yang sedang disempurnakan. Sekolah ini adalah tempat di mana manusia dibentuk, disembuhkan, dan dimampukan untuk menjadi versi terbaik dari dirinya.

Irsan Qodriansyah Zulfikor, S.Pd.I., biasa di SOH dipanggil dengan panggilan Enchang Irsan, adalah salah satu Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA School of Human dan juga mengajar mata pelajaran khusus Bimbingan Sholat dan Qur’an (BSQ), mapel tambahan di School of Human. Ia telah bergabung di School of Human sejak tahun 2017 dan telah dipercaya untuk mengemban amanah tambahan sebagai Wakil Kepsek Bidang KURIKULUM di SMA School of Human.

Yuk Daftar Sekarang!!

Sekolah Pemantik Bakat dan Minat Siswa

More To Explore

SMP-SMA School of Human

Sekolah Pemantik Bakat dan Minat Siswa