Membangun Kesadaran Karier Sejak Sekolah Dengan Implementasi Program Design Profesi Di SMA School Of Human

Share This Post

— SMA SCHOOL OF HUMAN —

Artikel oleh Muhammad Isnan Hadi, S.Pd.

===oOo===

Mengenal Potensi Diri dan Menjelajahi Dunia Profesi

Masa sekolah menengah atas merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan seorang peserta didik. Pada tahap ini, siswa tidak hanya dihadapkan pada proses pembelajaran akademik, tetapi juga mulai mengenali identitas diri, ketertarikan, kemampuan, serta gambaran masa depan yang ingin mereka capai. Pertanyaan mengenai cita-cita dan profesi yang ingin ditekuni menjadi bagian dari proses pencarian jati diri. Namun, tidak semua siswa memiliki gambaran yang jelas mengenai profesi yang sesuai dengan minat dan potensinya.

Kesadaran karier tidak cukup dibangun hanya melalui pertanyaan tentang cita-cita. Siswa perlu mendapatkan pengalaman, informasi, dan kesempatan untuk mengenal secara langsung berbagai bidang pekerjaan. Mereka perlu mengetahui bagaimana suatu profesi dijalankan, keterampilan apa yang dibutuhkan, serta peluang dan tantangan yang ada di dalamnya. Berangkat dari kebutuhan tersebut, SMA School Of Human menghadirkan Program Design Profesi Impian (DPI) sebagai salah satu upaya untuk memperluas wawasan siswa mengenai dunia profesi dan mempersiapkan mereka dalam menentukan arah masa depan.

Career Exploration Pathway: Mengenal, Mengeksplorasi, dan Merancang Masa Depan

Program Desain Profesi atau yang dikenal dengan program Desain Profesi Impian merupakan salah satu bentuk kegiatan pengembangan diri siswa di SMA School Of Human. Program ini dirancang untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengenali berbagai pilihan profesi, mengeksplorasi bidang yang diminati, serta membangun pemahaman mengenai kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja di masa depan.

Pada dasarnya, setiap siswa memiliki ketertarikan, potensi, dan karakteristik yang berbeda. Ada siswa yang tertarik pada dunia seni dan industri kreatif, teknologi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, bisnis, maupun bidang sosial. Perbedaan tersebut menjadi landasan bahwa pengenalan profesi tidak seharusnya dibatasi pada jenis pekerjaan yang selama ini populer atau dikenal secara umum.

Melalui Program Design Profesi, siswa diajak untuk melihat lebih luas bahwa dunia kerja memiliki beragam peluang yang dapat disesuaikan dengan minat dan kemampuan masing-masing. Program ini tidak bertujuan mengarahkan seluruh siswa pada satu pilihan karier tertentu, melainkan membantu mereka menemukan berbagai kemungkinan dan memahami proses yang diperlukan untuk mencapai profesi yang diimpikan.

Gambar 1. Career Exploration Pathway – Design Profesi Impian | Sumber: Penulis. 2026

Terdapat beberapa pokok tujuan yang ingin dibangun melalui program ini.

Pertama, pengenalan profesi, yaitu memberikan informasi dan wawasan kepada siswa mengenai beragam bidang pekerjaan, termasuk profesi-profesi yang mungkin belum pernah mereka ketahui sebelumnya.

Kedua, eksplorasi minat dan potensi diri, yaitu membantu siswa mengidentifikasi bidang yang sesuai dengan ketertarikan, kemampuan, dan karakteristik personal mereka.

Ketiga, pengenalan kompetensi dan keterampilan, yaitu memberikan gambaran mengenai pendidikan, pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam suatu profesi.

Keempat, pengalaman langsung dengan dunia profesi, melalui kunjungan ke institusi, perguruan tinggi, maupun lingkungan kerja yang relevan.

Kelima, perencanaan masa depan, yaitu mendorong siswa agar mulai menyusun langkah dan pilihan pendidikan lanjutan sebagai bagian dari perjalanan menuju profesi yang diinginkan.

Dengan demikian, Program Design Profesi tidak sekadar menjadi kegiatan kunjungan di luar sekolah, tetapi merupakan proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan di ruang kelas dengan realitas kehidupan dan dunia kerja.

Menjelajahi Industri Kreatif: Kunjungan ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

Salah satu implementasi Program Design Profesi tahun ini adalah kunjungan edukatif ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ), khususnya Fakultas Film dan Televisi (FFTV). Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih dekat dunia perfilman dan industri kreatif yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan media komunikasi. Kami dihadiri oleh Dekan FFTV dan beberapa Ketua Jurusan dari Fakultas Film dan Televisi. Antusias dan support yang luar biasa dari pimpinan kampus yang mendukung akan program sekolah untuk masa depan siswa menentukan minatnya didunia seni.

Gambar 2. Dekan FFTV IKJ, Bapak Danu Murti, M.Sn.

Gambar 3. WakaKur SMA School Of Human, Irsan Qodriansyah Zulfikor, S.Pd.I.

Industri film dan televisi bukan hanya berkaitan dengan aktor atau seseorang yang tampil di depan kamera. Di balik sebuah karya audiovisual, terdapat berbagai profesi dengan peran dan kompetensi yang saling berkaitan. Mulai dari sutradara, penulis skenario, produser, sinematografer, editor film, penata artistik, penata suara, hingga berbagai pekerjaan lain dalam proses produksi film dan televisi.

Melalui kunjungan ke FFTV IKJ, siswa memperoleh gambaran bahwa sebuah karya kreatif lahir melalui proses panjang yang melibatkan ide, kreativitas, keterampilan teknis, kerja sama tim, dan kemampuan mengelola sebuah produksi. Pengalaman ini membuka pemahaman siswa bahwa ketertarikan terhadap dunia visual, cerita, seni, dan teknologi dapat dikembangkan menjadi pilihan profesi yang memiliki peluang di masa depan.

Gambar 4. Kunjungan di IKJ FFTV

Lebih dari sekadar mengenal lingkungan perguruan tinggi, kunjungan ini juga memberikan gambaran mengenai pendidikan lanjutan yang dapat ditempuh untuk mendalami bidang industri kreatif. Siswa dapat melihat keterkaitan antara minat yang mereka miliki saat ini dengan kompetensi dan proses pendidikan yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Gambar 5. Aktivitas di FFTV IKJ

Mengenal Kota Masa Depan: Kunjungan ke Jakarta Smart City

Selain industri kreatif, Program Design Profesi tahun ini juga mengajak siswa mengunjungi Jakarta Smart City. Kunjungan ini memperkenalkan siswa pada perkembangan teknologi digital dalam pengelolaan perkotaan serta berbagai profesi yang terlibat di dalamnya.

Gambar 6. Kunjungan SMA School Of Human ke Jakarta Smart City. 2026

Jakarta Smart City menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi, data, dan inovasi dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan kota dan pelayanan publik. Dalam konteks ini, siswa diperkenalkan pada dunia profesi yang mungkin belum banyak mereka bayangkan sebelumnya, seperti analis data, pengembang teknologi informasi, spesialis Sistem Informasi Geografis (SIG), perencana kota, analis kebijakan, hingga tenaga profesional di bidang komunikasi dan inovasi digital.

Gambar 7. Konferensi di Jakarta Smart City. 2026

Pengalaman mengenal Jakarta Smart City memberikan perspektif bahwa perkembangan kota tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu mengelola informasi, membaca permasalahan perkotaan, dan mengembangkan solusi berbasis teknologi.

Bagi siswa, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memahami bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari di sekolah memiliki keterkaitan dengan berbagai profesi di masa depan. Misalnya, geografi memiliki hubungan erat dengan pemetaan digital, analisis spasial, perencanaan wilayah, dan pengelolaan lingkungan perkotaan. Sementara itu, bidang teknologi informasi, komunikasi, dan data juga memiliki kontribusi penting dalam membangun kota yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kunjungan ini sekaligus memperluas pandangan siswa bahwa profesi masa depan tidak selalu harus berangkat dari bidang pekerjaan yang sudah dikenal secara konvensional. Perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan terus melahirkan berbagai peluang profesi baru.

Belajar di Luar Kelas, Menemukan Peluang di Masa Depan

Kunjungan ke Institut Kesenian Jakarta dan Jakarta Smart City menunjukkan bahwa pengenalan profesi dapat dilakukan melalui pengalaman belajar yang nyata dan kontekstual. Siswa tidak hanya memperoleh informasi dari buku atau penjelasan guru, tetapi juga berkesempatan melihat lingkungan profesional, mengenal bidang keahlian, dan memahami bagaimana suatu pekerjaan memiliki peran dalam kehidupan masyarakat.

Kedua kunjungan tersebut memperlihatkan dua bidang yang berbeda, tetapi memiliki pesan pembelajaran yang sama: setiap bidang profesi membutuhkan kreativitas, pengetahuan, keterampilan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih reflektif dalam mengenali dirinya sendiri. Mereka mulai memahami bahwa menentukan profesi bukan hanya tentang memilih pekerjaan yang terlihat menarik, tetapi juga tentang mengetahui kemampuan yang perlu dikembangkan dan langkah yang harus dipersiapkan sejak sekarang.

Pada akhirnya, Program Design Profesi di SMA School Of Human menjadi salah satu bentuk komitmen pendidikan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan bermakna. Sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat siswa memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai ruang untuk menemukan potensi, membangun kepercayaan diri, dan merancang masa depan.

Sebab, setiap siswa memiliki perjalanan dan impian yang berbeda. Tugas pendidikan bukan menentukan masa depan mereka, melainkan membuka sebanyak mungkin pintu agar mereka dapat mengenali peluang dan menentukan jalan yang ingin ditempuh.

Mengenal profesi adalah langkah awal. Menemukan potensi adalah proses. Merancang masa depan adalah perjalanan yang perlu dipersiapkan sejak sekarang.

Muhammad Isnan Hadi, S.Pd., Gr., biasa di SOH dipanggil dengan panggilan Kak Isnan, adalah salah satu Guru mata pelajaran Geografi (GEO) di SMA School of Human dan juga mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP School of Human. Ia telah bergabung di School of Human sejak tahun 2021 dan telah dipercaya untuk mengemban amanah tambahan sebagai Wali Kelas 10A di SMA School of Human.

Muhammad Isnan Hadi adalah seorang pendidik, penulis, dan peneliti yang aktif mengembangkan berbagai kajian dalam bidang geografi dan pendidikan. Sebagai guru geografi, ia dikenal mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan mengajarnya banyak memadukan proyek pemetaan, eksplorasi lingkungan, serta pemanfaatan media pembelajaran modern untuk menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik.

Selain mengajar, Isnan Hadi juga merupakan seorang peneliti yang fokus pada isu kepribadian dan aktivitas sosial anak-anak di kawasan pemukiman marginal, termasuk daerah sekitar tempat pembuangan sampah. Dalam bidang penulisan, Isnan aktif menghasilkan berbagai artikel, materi pembelajaran, hingga konten kreatif, termasuk konten media sosial bertema alam semesta dan pendidikan. Komitmennya terhadap dunia pendidikan terlihat dari konsistensinya menciptakan karya yang inspiratif, bermakna, dan bermanfaat bagi guru maupun peserta didik.

Yuk Daftar Sekarang!!

Sekolah Pemantik Bakat dan Minat Siswa

More To Explore

SMP-SMA School of Human

Sekolah Pemantik Bakat dan Minat Siswa